Syarhil Qur'an Manba'ul Qur'an goes to Jawa Tengah

 

Senin (10/11). Tiga siswi MA anba’ul Qur’an Pringapus Kabupaten Semarang, yakni Naffa Maetsa Firza (siswi kelas XI Fase F2), Luluk Mukhoyaroh (siswi kelas XI Fase F2), Nimatus Sa’diyah (siswi kelas XII Fase F2) sekaligus santri putri Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an Pringapus, Kabupaten Semarang mewakili lomba Syarhil Qur’an tingkat Provinsi Jawa Tengah. Ajang lomba bergengsi MTQH atau Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadis ke-31 kali ini dilaksanakan di kabupaten Tegal Jawa Tengah, mulai hari senin, tanggal 10 november sampai dengan hari jumat, tanggal 14 november 2025.

Acara yang dibuka di pendopo kabupaten Tegal ini diikuti oleh tiga puluh lima utusan kabupaten/ kota se-Jawa Tengah. Selain menjadi ajang silaturahim, kegiatan ini juga menjadi wahana pembinaan generasi muda qur’ani Jawa Tengah. Selain itu, kegiatan ini diharapkan akan menjadi sarana penting untuk menyeleksi dan menampilkan qari’/ qari’ah, hafidz/ hafidzah dan peserta cabang hadis terbaik dari masing-masing kabupaten kota di Jawa Tengah.

Ust Syafri Fajarwanto, S.Ag.,AH., selaku official kontingen Pringapus, khususnya perwakilan dari Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an untuk cabang Syarhil Qur’an menyambut dengan gembira. Karena setelah melalui seleksi tingkat kecamatan dan kabupaten dengan menyabet juara satu, para santriwati terbaik melenggang ke jenjang provinsi Jawa Tengah. Semoga kafilah Kabupaten semarang, khususnya untuk kontingen Kecamatan Pringapus mampu memberikan persembahan terbaik dengan meraih juara pertama dan melaju ke jenjang yang lebih tinggi, amin. (Humas01).


Share:

Penilaian Kinerja Kepala Madrasah MA Manba'ul Qur'an tahun 2025


Kamis (16/10). Bertepatan pada tanggal enam belas oktober tahun dua ribu dua puluh lima, Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an Pringapus melaksanakan kegiatan Penilaian Kinerja Kepala Madrasah atau PKKM untuk tahun 2025. Kegiatan ini dimulai pagi, tepat pukul 08.00 di Gedung Balai Latihan Kerja (BLKK) Multimedia Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an. Ali Nur Taufiq, M.S.I., selaku Kepala Madrasah Aliyah Manba'ul Qur'an menyambut baik agenda tahunan ini sebagai upaya meningkatan kualitas madrasah menjadi lebih baik.

Penilaian kompetensi kepala madrasah (PKKM) adalah proses evaluasi yang bertujuan untuk mengukur kinerja kepala madrasah dalam menjalankan tugas – tugas  menejerial, supervisi, kewirausahaan, serta pengembangan madrasah. Proses ini bertujuan untuk memastikan bahwa kepala madrasah mampu memimpin dan mengelola madrasah secara efektif dan efisien sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh Kementerian Agama. Penilaian ini biasanya dilakukan secara berkala oleh pengawas madrasah atau tim penilai yang ditugaskan oleh Kementerian Agama. Hasil dari PKKM digunakan sebagai dasar untuk pemberian penghargaan, pembinaan lebih lanjut, serta rekomendasi perbaikan kinerja.

Bertindak selaku asesor, Drs. H. Abdur Rochim, M.Ag, sekaligus pengawas madrasah MA Manba’ul Qur’an dan H. hobirin, S.Ag., M.Pd.I., selaku asesor di luar pengawas madrasah setempat. Romo Ky. Ahmad Zainal Aisy selaku katua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an sekaligus pengasuh Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an Larangan dalam sambutannya, mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada asesor sekaligus pengawas madrasah yang memberikan pembinaan dan bimbingannya selama ini sehingga MA Manba’ul Qur’an secara kuantitas dari tahun ke tahun mengalami meningkatan yang signifikan. Semoga peningkatan kuantitas ini berikutnya diikui dengan peningkatan kualitas yang lebih baik lagi selepas dilaksanakannya kegiatan ini. (humas01).


Share:

Terimakasih PUSKESMAS Pringapus atas kunjungan dan pelayanannya


 Ungaran, (1/10). Bertepatan dengan hari rabu, tanggal satu oktober tahun dua ribu dua puluh lima, seluruh siswa-siswi Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an Pringapus mendapat pelayanan cek Kesehatan gratis dari PUSKESMA Pringapus. Kegiatan ini rutin dilaksanakan untuk memastikan bahwa seluruh siswa dan siswi yang berada di kecamatan Pringapus mendapatkan pelayanan Kesehatan secara prima. Sekaligus mendeteksi dini potensi gangguan Kesehatan pada anak.

Selain cek Kesehatan lengkap bagi siswa dan siswi, hasil cek Kesehatan ini nantinya diharapkan menjadi screening dini potensi gangguan Kesehatan pada anak, khususnya peserta didik di jenjang Pendidikan Sekolah Menengah. Dari data yang terkumpul nantinya, ada ada rekomendasi bagi siswa-siswi yang terindikasi mengalami ganggun Kesehatan, baik sedang ataupun serius. Dengan demikian akan memutus potensi siswa dengan indikasi penyakit berbahaya.

 Kegiatan ini sangat bermanfaat, karena selain mengetahui kondisi Kesehatan siswa, siswa juga bisa berkonsultasi kepada tenaga Kesehatan ahli yang tersedia. Sekaligus meningkatkan kesadaran siswa-siswi Madrasah Aliyah untuk senantia menjaga Kesehatan dan berperilaku hidup sehat.

Lina Rofilia, S.Pd., selaku guru dan kepala Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada pihak tim PUSKESMAS Pringapus yang sudah berkunjung dan melaksanakan kegiatan ini. “kami dari Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an mengucapkan terimakasih atas semuanya, dan sudah yang kesekian tahun menjadi mitra kami memastikan Kesehatan anak-anak kami, sekaligus memberikan pembinaan, khusunya dalam pengelolaan UKS. Sehingga UKS mampu menjadi bagian yang penting menjaga putra-putri kami agar selalu sehat dan sadar pentngnya menjaga Kesehatan”. (humas01).
Share:

MA Manba'ul Qur'an dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

 MA Manba'ul Qur'an dalam Peringatan Hari Kesaktian Pancasila

Ungaran - Rabu (1/10), Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an melaksanakan kegiatan upacara dalam rangka memperingati hari kesaktian Pancasila. Acara dilaksanakan di halaman Madrasah dengan diikuti oleh segenap siswa-siswi dari kelas X hingga kelas XII dengan penuh hikmat. Acara yang dimulai pukul 07:30 ini juga diikuti oleh Segenap bapak ibu guru Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an Pringapus.

Bertindak sebagai petugas upacara yakni segenap pengurus OSIS (organisasi Siswa Intra Sekolah) terpilih yang baru beberapa minggu melaksanakan sumpah pelantikan. Meski Sebagian dari siswa kelas XII masih melaksanakan simulasi TKA (Tes Kemampuan Akademik), namun acara upacara dapat berjalan dengan penuh antusias.

Subhi, S.Kom, selaku pembina upacara menyampaikan, “tiga tokoh penting Indonesia, yang pertama adalah Moh Yamin, kemudian insinyur Soekarno, dan Soepomo. Demi pertahankan ideologi Pancasila, mereka telah banyak berkorban, baik itu berupa materi ataupun non-materi. Bahkan mereka rela mengorbankan nyawa demi ideologi Pancasila. Maka kalian sebagai penerus bangsa  puny akewajiban untuk menjaga dan melestarikan  bahkan mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Jika dahulu para pahlawan kita  demi mempertahankan Pancasila mereka rela berkorban fisik, materi, no materi bahkan nyawa sekalipun. Sebagai siswa maka bertugas mengisi dengan belajar yang rajin dan sungguh-sungguh agar bisa berkontribusi untuk kemajuan bangsa Indonesia”.

Semoga dengan peringatan hari kesaktian Pancasila kali ini menjadikan kita bangsa yang besar, yang mampu menyatukan segenap warga negara dengan berbagai latar belakang yang berbeda. Mewujudkan cita-cita dan misi bangsa. Menjadi bangsa yang yang maju dan beradab, tanpa melupakan jasa para pendahulu, peletak dasar ideologi negara, amin. (Humas01).


Share:

Maulid meriah di MA Manba'ul Qur'an penuh berkah


 

Ungaran (22/9). Memasuki bulan Maulid, Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an Pringapus menyelenggarakan perayaan kelahiran Nabi Muhammad Saw dengan cukup meriah. Acara yang juga berbarengan dengan kegiatan mujahadah rutin ini diikuti oleh seluruh dewan guru dan siswa-siswi MA Manba’ul Qur’an. Kegiatan yang dilaksanakan pukul 09.30 pagi ini dilaksanakan di ruang Aula Madrasah, setelah para siswa melaksanakan Kegiatan Belajar Mengajar seperti biasa.

Peringatan maulid Nabi Muhammad yang merupakan agenda rutin tahunan Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an ini diawali dengan pembacaan al-Barzanji oleh para siswa dari berbagai kelas yang tergabung dalam grup shalawat al-Aqsho. Adapun petugas pengisi acara dilaksanakan oleh pengurus OSIS yang baru beberapa hari di-demisionair. Selain menjadi agenda rutinan, kagiatan ini diharapkan menjadi wahana para siswa-siswi MA Manba’ul Qur’an berlatih sebagai petugas acara sekaligus panitia penyelenggaran kegiatan. Dengan demikian lahirlah bakat, potensi dan kreatifitas siswa-siswi Madrasah, termasuk dalam bidang public speaking.

Dalam sambutannya, Ali Nur Taufiq, M.S.I., selaku kepala Madrasah sangat mengapresiasi kepada seluruh panitia dan penyelenggara kegiatan ini. “peringatan maulid ini juga menjadi ajang Latihan, karena sekembalinya ke masyarakat harus bisa berpartisipasi, lebih dari itu para siswa yang juga santri Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an juga bisa mewarnai masyarakat dengan kegiatan positif” ungkap beliau.

Didapuk sebagai pembawa acara, Nurul Melindasari yang saat ini duduk di kelas XI MA Manba’ul Qur’an meminpin jalannya acara, mempersilakan Ky Ahmad Zainal Aisy, selaku ketua Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Qur’an menyampaikan mau’idhoh hasanah berikut do’a penutup. Dalam wejangannya, beliau menyampaikan cerita tentang jalan Panjang sejarah lahirnya Nabi berikut kejadian luar biasa yang mengiringi lahir dan besarnya manusia istimewa yang kelak akan menjadi pemimpin bagi seluruh umat Muslim se-dunia. Beliau berpesan, “memperingati maulid Nabi itu bermakna menumbuhkan cinta kepada Nabi. Man ahabbani kaana ma’I fil Jannah” yang bermakna siapa yang mencintai Nabi Muhammad Saw maka mereka akan Bersama-sama dengan beliau Nabi di Syurga. Semoga kita semua termasuk ummat beliau yang selalu cinta dan dicintai NabiNya. Amin.  (Humas01).

Share:

Program Kerja Kesiswaan TP 2025-2026

 Program Kerja Kesiswaan TP 2025-2026


Share:

Simulasi Tes Kemampuan Akademik

 

Ungaran (17/9). sejumlah siswa-siswi Madrasah Aliyah Manbau'ul Qur'an mengukti kegiatan simulasi Tes Kemampuan Akademik atau TKA di BLK komunitas Pondok Pesantren Manba'ul Qur'an di dusun Larangan, Desa Wonoyoso, Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang. 
TKA atau Tes Kemampuan Akademik adalah asesmen standar yang digunakan untuk mengukur capaian akademik siswa pada beberapa mata pelajaran tertentu. TKA menggantikan Ujian Nasional (UN) dan dirancang oleh Kementerian Pendidikan untuk memberikan evaluasi yang lebih menyeluruh terhadap kemampuan akademis siswa di tingkat SD, SMP, dan SMA/SMK. TKA juga digunakan untuk siswa yang mengikuti pendidikan formal maupun homeschooling. 
kegiatan simulasi ini diikuti oleh seluruh siswa-siswa kelas dua belas MA Manba'ul Qur'an, baik kelas dua belas Fase F1 maupun dari kelas dua belas Fase F2. adapun pelaksanaannya dibagi menjadi tiga sesi setiap harinya, dan dilaksanakan selama empat hari, yakni dari hari senin, tanggal lima belas september sampai dengan hari Kamis tanggal delapam belas september tahun dua ribu dua puluh lima.
Subhi, S.Kom., selaku proktor dan pengawas dalam kegiatan ini mengungkapkan bahwa kegiatan simulasi ini berjalan dengan baik dan lancar. "semoga ketika kegiatan TKA utama juga berjalan lancar nantinya". (humas01)

Share:

e-Book Buku pedoman pendidikan MA Manba'ul Qur'an TP 2025-2026

 e-Book Buku pedoman pendidikan MA Manba'ul Qur'an TP 2025-2026

Share:

Siswi MA Manba'ul Qur'an di ajang PORSEMA XIII Provinsi Jawa Tengah

 

Ungaran (10/9). Rabu, tanggal sepuluh September tahun dua ribu dua puluh lima, Empat siswi MA Manba’ul Qur’an Pringapus mewakili kabupaten Semarang dalam ajang bergengsi Pekan Olahraga dan Seni Ma’arif NU (PORSEMA XIII) tahun 2025 tingkat provinsi Jawa Tengah. Acara yang diselenggarakan oleh departemen ma’arif Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama’ Provinsi Jawa Tengah kali ini diselenggarakan di kota di atas awan Wonosobo. Empat siswa tersebut yakni: Safa Jauhara kelas sebelas (11 Fase F1), Falha Aliyatu Syakila dari kelas sebelas (11 Fase F2), Nabila Alfa Fahriah dari kelas sebelas (11 Fase F2), dan Mifta Keilasari dari kelas sebelas  (11 Fase F2). Kontingen santri pondok pesantren Manba’ul Qur’an ini menwakili kabupaten Semarang untuk cabang perlombaan lomba vlog untuk tingkat siswa Madrasah Aliyah (SMA sederajat).

Empat siswi yang juga santri putri ini resmi mewakili kabupaten Semarang setelah mengalahkan kontingen di tingkat kabupaten sebagai juara pertama untuk cabang lomba yang sama yang diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama’.

Acara ini dibuka oleh Bupati Wonosobo Bapak Arif Nur Hidayat di Gedung adipura kencana pada hari rabu, 10 september 2025, dengan mengusung tema “kolaborasi membangun Generasi yang sehat, hebat, dan prestasi dahsyat untuk Nusantara kuat”. turut hadir dalam acara pembukaan, direktur Jendral Pendidikan Islam Kementerian Agama RI Prof. Dr. Amin Suyitno, M.Ag, dan pengurus Lembaga Pendidikan Ma’arif NU dari seluruh Jawa Tengah ini berlangsung cukup meriah dengan diikuti oleh insan Pendidikan di lingkungan Ma’arif NU se-Jaw Tengah.

Dalam agenda besar tingkat provinsi ini, Ali Nur Taufiq, M.S.I, selaku Kepala Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an berpesan kepada kontingen perwakilan MA Manba’ul Qur’an untuk terus berkarya dan berprestasi, baik di bidang akademik dan non-akademik. Beliau berharap siswa-siswi MA Manba’ul Qur’an bisa bersaing dan mengukir prestasi di kancah yang lebih luas. (humas01)


Share:

Profile Madrasah

PROFIL MADRASAH

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tanpa dibarengi dengan pendekatan ilmu agama akan menyebabkan moralitas anak amburadul. Oleh karena itu pendidikan dengan perpaduan ilmu pengetahuan umum dan agama menjadi tuntutan zaman. MA Manba’ul Quran menjadi salah satu alternatif pilihan dengan perpaduan kurikulum Kementrian agama, Kurikulum pondok Pesantren dan Kurikulum muatan Lokal dalam rangka membentuk generasi intelektual yang berakhlakul karimah.

MA Manba’ul Quran berdiri pada tahun 2013 dan atas inisiatif dari Yayasan Pondok Pesantren Manba’ul Quran. Pengelolaan dan penentuan kebijakan pembelajaran sepenuhnya diserahkan kepada YPP Manba’ul Quran dan dipantau oleh kementrian agama RI. 

Share:

Visi - Misi Madrasah

 VISI & MISI MADRASAH

1.      VISI MADRASAH

 


              Mewujudkan Pendidikan Islam yang Qur ani, Humanis, dan Nasionalis

 

2.      MISI MADRASAH

·         Mengajarkan Al Qur an secara menyeluruh yang meliputi Tahsin, Tahfidz dan pendalaman kitab salafi.

·         Menanamkan budaya-budaya Islam dalam bentuk kehidupan sehari-hari

·         Melaksanakan pendidikan berbasis holistic, learning dan pendekatan multiple intelegensia

·         Pendidikan yang berkualitas dalam pencapaian prestasi akademik dan non akademik.

                            Mewujudkan pembentukan agen perubahan (agent of change) yang berkarakter Islami                             yang mampu mengaktualisasikan diri dalam 
Share:

Siswi MA Manba'ul Qur'an dalam ajang kompetisi siswa 

tingkat Madrasah Aliyah se-Kabupaten Semarang


 (humas01)

Share:

BIOGRAFI KH IMAM MUHADI, ALH

BIOGRAFI KH IMAM MUHADI, ALH


KH IMAM MUHADI AL-HAFIDZ:

Sang Rembulan Di Hati Para Hamilul Qur’an

 


Lahir Dan Semasa Kecil

Di sebuah pelosok desa kecil di wilayah Kabupaten Seamarng sesosok bayi kecil yang kelak diberi nama Imam Muhadi dilahirkan atas dasar cinta dan kasih kedua insan yang mulia. Dari rahim ibunda yang tangguh, bernama Ibu Mini dan Seorang Ayah KH Nurbuat. Bertepatan pada tanggal 25 Mei 1962 tepatnya di Desa Sambirejo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang. Imam Muhadi kecil tumbuh menjadi anak yang cekatan dan sangat berbakti pada orang tua. Disaat anak-anak lain tengah sibuk dengan hari-hari yang penuh dengan bermain dan bermain, beliau tak segan membagi waktu bermainnya demi membantu ibu tercinta. Dengan senang hati, Imam Muhadi kecil mencari kayu bakar, menyabit rumput, juga menggembala ternak.

Karena begitu banyaknya wadhifah, pernah pada suatu hari yang cerah, pagi yang indah, sehingga membuat Ibu Mini dan Imam Muhadi kecil kesiangan untuk berangkat berjualan. Keduanya, melakukan perjalanan yang ditempuh dengan berjalan kaki. Lapar juga lelahpun dirasa oleh Abah Imam Muhadi kecil, beliau meminta permintaan sederhana pada ibunda agar dibelikan gemblong. Namun jawaban ibunda adalah ''mengko wae, selak kawanen'' (nanti saja sudah kesiangan). Dengan penuh kecewa karena permohonannya tidak diaminkan, Imam Muhadi kecil dengan rela hati dan tanpa protes.

Ayah dari Imam Muhadi, yakni Simbah Kyai Nurbuat tinggal di sebuah pelosok dusun di kabupaten semarang, yaitu Dusun Larangan, Desa Wonoyoso. Dikisahkan bahwasanya Imam Muhadi kecil tidak diakuinya sebagai putra Simbah Nurbuat, hal ini lantaran karena saking sayangnya Simbah Kyai Nurbuat pada putranya. Sebab, setiap anak laki-laki yang diasuhnya selalu meninggal pada usia yang tergolong masih muda. Hal inilah yang pada akhirnya mendorong beliau untuk memutuskan hal demikian.

 Sedangkan ibunya adalah sosok ibu yang tangguh nan sabar. Seorang perempuan yang sederhana, jujur dan juga tegas. Hal dekimianlah yang juga beliau tanamkan kepada putra kecilnya, sehingga tertanam sifat kemandirian dalam diri Imam Muhadi sejak kecil. Ujian dan cobaan yang keluarga ini lalui menjadikan Imam Muhadi menadi sosok yang kuat, sabar, dan tekun. Menjadikannya sesosok manusia yang tidak mudah menyerah oleh keadaan. Sebegitu sulit dan susahnya kehidupan pada masa itu.

Diantara kelebihan Imam Muhadi miliki, beliau dianugerahi oleh Allah Swt suara yang merdu nan enak didengar. Dari kelebihan tersebut semasa remaja, beliau pernah menjadi penyanyi dangdut keliling, dari desa satu ke desa lain. Namun karena tegasnya simbah Mini akan pendidikan agama, hal demikian dilakukan beliau tanpa sepengetahuan ibunya. Lambat laun, kabar angin sampai pada telinga ibunda. Ibunda pun marah besar, membuat hati beliau bergetar. Imam Muhadi muda dihukum, beliau tidak diperbolehkan pulang ke rumah. Karena hal demikian, Imam Muhadi menginap berpindah-pindah di masjid dan juga di poskamling. Satu dua hari berlalu, tepat pada hari yang ke tujuh ibunya mendatangi beliau dengan membawa tas berisi banyak pakaian juga sekarung beras. Hal ini dimaksudkan agar Imam Muhadi menimba ilmu di Pondok Pesantren Roudhotut Tolibin Jragung, kabupaten Purwodadi. Dibawah asuhan KH. Muhammad Marwan yang terkenal dengan kealiman dan hafalan qur’annya yang luar biasa dikagumi. Tanpa menunggu waktu, berangkatlah beliau untuk mondok dengan diantar Bapak Sonhaji yang masih ada hubungan kerabat dengan Imam Muhadi.

Sejak kecil, Imam Muhadi terkenal sebagai anak yang cerdas dan berbakat. Kecerdasannya terlihat dari sejak ia masih  duduk di sekolah dasar, yakni ketika beliau menimba ilmu di MI (Madrasah Ibtidaiyah, setingkat pendidikan dasar untuk jenjang SD). Saking cerdasnya, dari kelas bawah beliau langsung dinaikkan ke kelas empat. Meski belum cukup memiliki bekal pendidikan agama yang memadai, yakni hanya lulusan MI saja, ketika hendak masuk nyantri di Pondok Pesantren Roudhotut Tolibin, Imam Muhadi muda langsung diterima di kelas imriti (sebuah kitab yang membahas mengenai ilmu gramatika arab tingkat menengah), dimana kelas ini sebetulnya diperuntukkan bagi santri yang telah tamat pendidikan diniyah dasar. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Nadhom imriti yang berjumlah duaratus lima puluh empat bait dihafalkan dengan tuntas, lancar bolak-balik. Selain memiliki akal yang cerdas, beliau adalah orang yang wira'i atau sangat menjaga diri dari perkara yang diharamkan, sifat yang sangat jarang dimiliki oleh pemuda seumuran beliau. Beliau sangat berhati hati dalam segala hal, terutama dalam hal makanan yang nantinya akan mengisi perut beliau. Karena kehalalan makanan yang masuk dalam tubuh akan menjadi darah di tubuh kita, yang akan memacu mudah masuknya ilmu dalam otak dan dalam hati. 

Tidak terasa, saking menikmati thalabul ilmi, tiga tahun berlalu dengan sangat cepat. Kitab Imriti dan juga kitab Alfiyah (kitab yang membahas ilmu gramatika arab untuk jenjang atas) pun telah beliau khatamkan. Belum puas dengan pencapaian tersebut, Imam Muhadi muda pun terjun di bidang pembelajaran ilmu Al Qur'an, khususnya menghafalkannya. Dalam menghafal Al Qur'an beliau memilih tempat-tempat sepi agar menghafal Al Qur'an menjadi lebih fokus pada titik sudut ayat tertentu. Berkat usaha keras beliau dan doa dari masyayikh, akhirnya  Imam Muhadi muda mengkhatamkan hafalan Al Qur'an nul karim dalam kurun waktu yang relatif singkat, yaitu enam belas bulan atau satu tahun lebih empat bulan.

Menapaki Babak Baru Kehidupan

Lima tahun sudah beliau menempuh perjuangan di pondok, akhirnya Imam Muhadi muda memutuskan untuk mencukupkan pembelajaran di pondok atau lebih dikenal dengan ‘boyong’. Tak lama sekembalinya dari pesantren, beliau melamar pujaan hati, seorang putri dari seorang perempuan solihah Ibu Siti Qoniah, yakni Nur Hidayah. Setelah melamar Nur Hidayah, beliau niatkan kembali untuk ber-tholabul ilmi ke pondok "Al Anwar" Sarang di bawah asuhan Hadrotussyeh KH Maimun Zubair. Karena Imam Muhadi telah fashih dalam ilmu Al Qur'an berikut hafalannya, beliau mendapat perhatian khusus dari pengasuh. Saat mengaji beliau berkata pada Abah Imam, "Cung, nek ngaji neng kene, nek ngarep. Amergo zaman saiki akeh ulama' alim kitab ora alim quran, seng alim Qur an ora alim kitab". Setelah kurang lebih satu bulan menuntut ilmu di pondok dalam asuhan KH Maimun Zubair, beliau kemudian memutuskan untuk boyong dengan maksud ingin meminang permaisuri idaman, Nur Hidayah dan menyebarkan ilmu. Saat pernikan itu dilangsungkan, Imam Muhadi berusia dua puluh dua tahun, sedangkan Nur Hidayah berusia delapan belas tahun. usia yang cukup matang dan ideal pada saat itu.

Setelah  dilangsungkannya ijab-qabul, Imam Muhadi muda dan istri menata niat kembali, bermaksud ingin ber-tholabul ilmi atau menuntut ilmu. Ketika itu beliau memilih nyantri ke Pondok Pesantren Al Falah Ploso Kediri Jawa Timur, dibawah asuhan KH Nurul Huda Jazuli. Tiga bulan menuntut ilmu di Pondok Pesantren Al Falah, Ibu mertua, yakni Ibu Siti Qoniah jatuh sakit. Karena sudah semakin parah, keduanya disuruhlah pulang. Saat sowan pada KH Nurul Huda Djazuli, beliau disuruh boyong seraya didawuhi, "Yo wes semene wae tak sangoni kurikulum Ploso, sesok kembangke dewe neng omah”.

Seperti pada umumnya santri yang pulang dari mondok dan dihadapkan pada urusan rumah tangga, beliau mulai berikhtiyar menata urusan ma'isyah (pekerjaan/ penghasilan). Berbagai ikhtiar telah dicoba, diantaranya usaha menjahit kasur, menjadi petani, dan beternak kambing. Mungkin karena belum saatnya, ikhtiyar belau dalam hal mencari ma’isyah masih belum memberikan hasil yang menggembirakan. Dalam sebuah diskusi antara pasangan suami istri, akhirnya beliau berdua memutuskan untuk urusan ma'isyah ini diserahkan pada isrtinya, yakni Ibu Nur Hidayah. Imam Muhadi muda banting haluan untuk fokus ngopeni beberapa anak-anak dan remaja yang datang mengaji kepada beliau. Dua tiga tahun mengaji di dusun Larangan, mulailah ada yang berdatangan mengaji pada beliau dari beberapa desa sekitar. Karena semakin bertambahnya para santri dari luar desa dan daerah, beliau mendirikan gubug kecil untuk menginap para santri yang menginap, yang menjadi cikal bakal berdirinya pondok pesantren yang diberi nama Manba'ul Qur’an.

Karena ketekunan beliau dalam mengasuh para santri dan istiqomah dalam pengajian, semakin banyak para orang tua yang menitipkan anaknya untuk menimba ilmu di bawah asuhan KH Imam Muhadi al-Hafidz. Bukan hanya datang dari satu daerah, namun beberapa daerah, bahkan sampai luar jawa. Semakin berkembang dan bertambah banyak. Setali tiga uang, perkembangan ini menjadi penyemangat, melanjutkan visi-misi beliau dalam pendidikan Islam hingga mendirikan beberapa unit pendidikan, yakni madrasah Tsanawiyah Manba’ul Qur’an, Madrasah Aliyah Manba’ul Qur’an, RA Bunayya, dan Madrasah Diniyah Manba’ul Qur’an. Sepuluh tahun sudah KH Imam Muhadi berpulang ke hadirat Allah Swt, namun semangat dan kegigihannya menjadi ruh, api semangat bagi para dhuriyah dan santri-antrinya untuk tidak lupa, dan melanjutkan estafet perjuangan beliau. Semoga Allah Swt menerima setiap kebaikan dan pengorbanannya. Menjadikan Yayasan Manba’ul Qur’an amal jariyah beliau yang tidak akan pernah putus, karena akan terus disambung oleh santri-santrinya yang tersebar luar di seantero Nusantara, amin.

 

 

 

 

                                               

                 


Share:

Kontak Kami

About

Popular Posts

Cari Blog Ini

Diberdayakan oleh Blogger.

Recent Posts

Unordered List

  • Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit.
  • Aliquam tincidunt mauris eu risus.
  • Vestibulum auctor dapibus neque.

Pages

Theme Support

Need our help to upload or customize this blogger template? Contact me with details about the theme customization you need.